Berita
Ribuan Petugas Kawal Kesehatan Hewan Kurban Iduladha 2026
Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan ribuan petugas untuk mengawal kesehatan hewan kurban pada Iduladha 2026. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut RRI, sebanyak 9.743 petugas disiagakan untuk memeriksa kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan. Mereka berasal dari Ditjen PKH dan unit pelaksana teknisnya, perguruan tinggi, dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di provinsi serta kabupaten/kota, hingga asosiasi profesi.
PMK, LSD, dan antraks dipantau
Pengawasan difokuskan pada tiga penyakit: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks yang bersifat zoonosis atau dapat menular ke manusia. Laporan petugas di lapangan dicatat melalui iSIKHNAS, sistem informasi kesehatan hewan nasional, sehingga temuan penyakit bisa ditangani lebih cepat.
"Kami mengawasi potensi penyebaran PMK, LSD, hingga antraks melalui iSIKHNAS agar deteksi dini bisa berjalan maksimal." — Agung Suganda
Agung juga mengingatkan bahwa hewan kurban umumnya merupakan tabungan para peternak, sehingga vaksinasi rutin penting untuk melindungi aset tersebut dari penyakit.
Panitia ikut dibekali
Selain pemeriksaan, Kementan menyosialisasikan tata cara penanganan hewan, penyembelihan, serta pengelolaan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal kepada panitia kurban dan pengurus masjid.
Tips untuk pekurban
- Pilih penjual yang hewannya sudah diperiksa petugas; beberapa daerah memberi label atau tanda pada lapak yang lolos pemeriksaan.
- Tanyakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), terutama untuk hewan yang didatangkan dari luar daerah.
- Perhatikan tanda hewan sehat: mata cerah, hidung tidak berlendir berlebihan, nafsu makan baik, dan berjalan normal.
Sumber: RRI; Investortrust.